Belum ada satupun kelas yang kami masuki karena kesibukan kami akan pengurusan ini-itu sebelum resmi menjadi mahasiswa UUM, kami (mahasiswa STKS) bersama mahasiswa mobility dari College of Art and Sciences seperti dari Universiti Sabah Malaysia, Universiti Serawak Malaysia, London School of Public Relationship, Jakarta, Indonesia, Unversitas Syiah Kuala, Aceh, Indonesia, dan Telkom University, Bandung, Indonesia harus pergi mengikuti program di Langkawi!
Apa lagi itu Pulau Langkawi?
Dimana lagi itu? Huftt.....
Daebak.
Kemudian, dari ketua dan penanggungjawab program tersebut menjelaskan ke kami bahwa Pulau Langkawi layaknya Bali versi Malaysia.
Arasso, ada sedikit gambaran lah di pikiran kami tentang apa itu Pulau Langkawi.
Dari tanggal 1 - 3 Oktober 2015 kami mengikuti program Jalinan Budaya UUM.
First program, kita mengunjungi Pulau Kuah, masih di provinsi Kedah Darul Aman.
Dari UUM kami berangkat menuju Perlis Harbor untuk menyebrang ke pulau Langkawi.
Setibanya kami di Pulau Langkawi kami harus menaiki perahu kecil untuk menuju Pulau Kuah tersebut. Dapat dikatakan seperti Komunitas Adat Terpencil (yang masih boleh dijamah oleh masyarakat) di Malaysia.
Setibanya kami di Pulau Kuah setelah menaiki perahu kecil atau disini disebut dengan sampan, selanjutnya kami menjalankan aktivitas yang telah kami susun sebelumnya.
Sebelum keberangkatan untuk program ini, kami dikumpulkan terlebih dahulu untuk merancang kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan.
Program kami di Pulau Kuah yaitu mengunjungi Sekolah Rendah (seperti Sekolah Dasar jika di Indonesia) untuk usia 10-12 tahun.
Dan akhirnya kami membuat beberapa kegiatan seperti joget poco-poco dan joget lucu-lucaan ala mahasiswa unimas kemudian bermain beberapa game untuk anak-anak tersebut.
Seronoknyaaa.
Anak-anak pun sangat antusias ketika bermain dan seru-seruan bersama kami.
Setelah kami menyelesaikan aktivitas seru-seruan bersama anak-anak Sekolah Rendah tersebut, kami melanjutkan kegiatan kami. Penanggungjawab dari program ini, Puan Zaliza bilang bahwa selepas kami beraktivitas di sekolah rendah, selanjutnya kami akan ke air terjun!
Wohoowww, siapa yang ga seneng? hahaha
Oke selanjutnya kami berjalan entah dibawa kemana.
Tapi saya sempat curiga. Sebab, kami dibawa berjalan menuju ke tepi seperti pantai bukan air terjun.
Ternyata....
Benar sekali HAHAHA
Anak-anak yang lain langsung ngedumel donggg
Ternyata kita disuruh cari kerang!
OMG! This is my first time...
Anak-anak cewe langsung teriak-teriak gamauuuuuu...
Tapi puan Zaliza bilang harus cari kerang minimal 1 dulu untuk boleh makan dan boleh keluar dari arena ini.
Astagaaaaaa....
Akhrnya kami pun turun ke pantai yang penuh dengan tanaman bakau untuk mencari kerang.
Haha lucu sekali.
Mencari kerang seperti ini tak pernah saya lupakan di dalam hidup saya.
U know?
I get 3!
Haha dapet 3 kerang saat pencarian kerang pertama kali, hamdallah.
Setelah itu, kerang tersebut di bakar dan dimakan.
Aigoooo
Pada awalnya teman-teman saya takut tuk memakan, tapi saya penasaran.
Saya coba kerang tersebut lebih dulu daripada teman-teman saya.
Dan rasanya asin-asin enak agak amis.
Lepas dari mencari kerang kemudian trip selanjutnya ke air terjun seperti yang pertama kali di bicarakan.
Oh ternyata tidak PHP haha
Tapi berhubung kali itu tubuh saya sangat-sangat kotor, saya dan 2 orang teman saya memilih untuk kembali ke penginapan untuk mencuci baju dan membersihkan diri.
Malamnya dalam acara penutupan, masing-masing universitas menampilkan performance kepada adik-adik sekolah rendah.
Dan kemudian adik-adik tersebut juga menampilkan bakat-bakat mereka pada mereka.
Setelah dari acara penutupan tersebut, we've dinner.
Ada sebagai tim bakar-bakar ayam, sosis dan ikan, adapula yang bernyanyi-nyanyi sambil bergitar di tepi pantai sebagai penghibur.
Sangat berlimpah ikan pada malam itu.
Hingga saya dan herika yang sangat menyukai ikan menghabiskan hingga 12 ekor ikan bakar!!!
HAHAHA
Jadi apa kami setelah kembali ke Indonesia? Ampuuuuun.....
Dihari kedua dan ketiga kami kembali ke Pulau Langkawi.
Selama dua hari program kami di Langkawi hanya bersenang-senang semata.
Dari pertama kami melihat pembuatan gamat yang memberikan banyak manfaat dan kemudain diolah kebeberapa olahan seperti minyak urut, obat-obatan. shampo, sabun, dan lain-lain sebagainya.
Lepas dari perusahaan gamat, kami melanjutkan trip kami ke Beras Terbakar.
Wuuuuuu
Kami shooping disana hihi
Membelikan buah tangan untuk orang-orang terdekat.
Trip selanjutnya kami menuju tempat wisata / sejarah Mahsuri.
Jadi, Mahsuri merupakan cerita legenda masyarakat Langkawi.
Tak afdol rasanya jika kita ke Pulau Langkawi tapi tidak berkunjung kesini, sekedar mengetahui cerita legenda ini.
Sore harinya kami menonton pertunjukkan silat tertua yang ada di Pulau Langkawi.
Pertunjukan silat tersebut dilakukan oleh anak-anak kira-kira usia sekolah rendah.
Anak-anak tersebut sangat ahli memainkan jurus-jurus yang sudah dilatih meski kami sebagai penonton agak takut melihatnya hufttt
Hari terakhirnya kami masih dalam tema bersenang-senang.
Kami mengunjungi Oriental Village, disana kami menaiki cable car.
Oya, fyi, untuk menikmati cable car ini dikenakan biaya 36,3rm karena saya seorang foreign hehe
OMG! Kami bisa melihat pemandangan tercantiknya pulau Langkawi dari atas yang kira-kira dalam ketinggian 3500ft.
Meskipun pada awalnya kami gugup untuk menaiki cable car tersebut bahkan pada awalnya saya enggan menaiki, tapi mumpung ada kesempatan, why not?hehe
Di sini tak hanya menaiki cable car, kami juga menikmati langkawi sky bridge.
Edan! Berasa uji nyali....
Setelah dari tempat tersebut kami pergi shopping kembali ke Kompleks HG.
Disini pusat termurah penjualan coklat di Malaysia!!!
Teman-teman saya kehabisan uang untuk membeli coklat-coklat ini. LOL
Kebetulan saya hanya membeli yang kiranya dapat dinikmati di asrama, sebab saya ingin membeli coklat untuk keluarga maupun teman-teman saya tetapi masih lama untuk pulang ke Indonesia huftt
Terakhir sekali kami ke patung burung elang.
Sama seperti Mahsuri, rasanya tidak afdol jika mengunjungi Pulau Langkawi tapi tak singgah ke icon nya, Burung Elang.
Saya tak tau mengapa Pulau Langkawi diberi icon burung elang yang besaaar sekali.
Tapi yang jelas kami sempat mengambil gambar disini haha
Terakhir....
Terimakasih abang-akak serta Puan Zaliza yang telah mengiktsertakan kami diacara ini.
What a great experiences^^
See ya next time, Langkawi!
Apa lagi itu Pulau Langkawi?
Dimana lagi itu? Huftt.....
Daebak.
Kemudian, dari ketua dan penanggungjawab program tersebut menjelaskan ke kami bahwa Pulau Langkawi layaknya Bali versi Malaysia.
Arasso, ada sedikit gambaran lah di pikiran kami tentang apa itu Pulau Langkawi.
Dari tanggal 1 - 3 Oktober 2015 kami mengikuti program Jalinan Budaya UUM.
First program, kita mengunjungi Pulau Kuah, masih di provinsi Kedah Darul Aman.
Dari UUM kami berangkat menuju Perlis Harbor untuk menyebrang ke pulau Langkawi.
Setibanya kami di Pulau Langkawi kami harus menaiki perahu kecil untuk menuju Pulau Kuah tersebut. Dapat dikatakan seperti Komunitas Adat Terpencil (yang masih boleh dijamah oleh masyarakat) di Malaysia.
| Yeah, kami tiba di Pulau Langkawi |
| Ketika kami harus menyebrangi penyebrangan |
Sebelum keberangkatan untuk program ini, kami dikumpulkan terlebih dahulu untuk merancang kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan.
Program kami di Pulau Kuah yaitu mengunjungi Sekolah Rendah (seperti Sekolah Dasar jika di Indonesia) untuk usia 10-12 tahun.
| Bagian depan sekolahnya loh, kebetulan ada anak sekolahnya lewat haha |
Dan akhirnya kami membuat beberapa kegiatan seperti joget poco-poco dan joget lucu-lucaan ala mahasiswa unimas kemudian bermain beberapa game untuk anak-anak tersebut.
| Aib ih, jadi pemandu poco-poco huft |
Seronoknyaaa.
Anak-anak pun sangat antusias ketika bermain dan seru-seruan bersama kami.
| salah satu aktivitas bersama anak-anaknya |
Wohoowww, siapa yang ga seneng? hahaha
Oke selanjutnya kami berjalan entah dibawa kemana.
Tapi saya sempat curiga. Sebab, kami dibawa berjalan menuju ke tepi seperti pantai bukan air terjun.
Ternyata....
Benar sekali HAHAHA
Anak-anak yang lain langsung ngedumel donggg
Ternyata kita disuruh cari kerang!
OMG! This is my first time...
Anak-anak cewe langsung teriak-teriak gamauuuuuu...
Tapi puan Zaliza bilang harus cari kerang minimal 1 dulu untuk boleh makan dan boleh keluar dari arena ini.
Astagaaaaaa....
Akhrnya kami pun turun ke pantai yang penuh dengan tanaman bakau untuk mencari kerang.
Haha lucu sekali.
| Semua sibuk mencari kerang :D |
Mencari kerang seperti ini tak pernah saya lupakan di dalam hidup saya.
U know?
I get 3!
Haha dapet 3 kerang saat pencarian kerang pertama kali, hamdallah.
| Semua dari kami dapet kerang, yeeeyyyy. Kita hebat! |
Aigoooo
Pada awalnya teman-teman saya takut tuk memakan, tapi saya penasaran.
Saya coba kerang tersebut lebih dulu daripada teman-teman saya.
Dan rasanya asin-asin enak agak amis.
Lepas dari mencari kerang kemudian trip selanjutnya ke air terjun seperti yang pertama kali di bicarakan.
Oh ternyata tidak PHP haha
Tapi berhubung kali itu tubuh saya sangat-sangat kotor, saya dan 2 orang teman saya memilih untuk kembali ke penginapan untuk mencuci baju dan membersihkan diri.
Malamnya dalam acara penutupan, masing-masing universitas menampilkan performance kepada adik-adik sekolah rendah.
Dan kemudian adik-adik tersebut juga menampilkan bakat-bakat mereka pada mereka.
Setelah dari acara penutupan tersebut, we've dinner.
Ada sebagai tim bakar-bakar ayam, sosis dan ikan, adapula yang bernyanyi-nyanyi sambil bergitar di tepi pantai sebagai penghibur.
Sangat berlimpah ikan pada malam itu.
Hingga saya dan herika yang sangat menyukai ikan menghabiskan hingga 12 ekor ikan bakar!!!
HAHAHA
Jadi apa kami setelah kembali ke Indonesia? Ampuuuuun.....
Dihari kedua dan ketiga kami kembali ke Pulau Langkawi.
Selama dua hari program kami di Langkawi hanya bersenang-senang semata.
Dari pertama kami melihat pembuatan gamat yang memberikan banyak manfaat dan kemudain diolah kebeberapa olahan seperti minyak urut, obat-obatan. shampo, sabun, dan lain-lain sebagainya.
| Proses pembuatan gamat |
Wuuuuuu
Kami shooping disana hihi
Membelikan buah tangan untuk orang-orang terdekat.
Trip selanjutnya kami menuju tempat wisata / sejarah Mahsuri.
Jadi, Mahsuri merupakan cerita legenda masyarakat Langkawi.
![]() |
| di depan rumah Mahsuri |
Sore harinya kami menonton pertunjukkan silat tertua yang ada di Pulau Langkawi.
Pertunjukan silat tersebut dilakukan oleh anak-anak kira-kira usia sekolah rendah.
Anak-anak tersebut sangat ahli memainkan jurus-jurus yang sudah dilatih meski kami sebagai penonton agak takut melihatnya hufttt
| Lihai sekali budak-budak ini :D |
Kami mengunjungi Oriental Village, disana kami menaiki cable car.
Oya, fyi, untuk menikmati cable car ini dikenakan biaya 36,3rm karena saya seorang foreign hehe
OMG! Kami bisa melihat pemandangan tercantiknya pulau Langkawi dari atas yang kira-kira dalam ketinggian 3500ft.
Meskipun pada awalnya kami gugup untuk menaiki cable car tersebut bahkan pada awalnya saya enggan menaiki, tapi mumpung ada kesempatan, why not?hehe
| Beautiful view (dari atas cable car) |
Edan! Berasa uji nyali....
![]() |
| Langkawi Sky Bridge |
Disini pusat termurah penjualan coklat di Malaysia!!!
| Gimana ga murah? Orang banyak bgt gini berasa mandi coklat haha |
Kebetulan saya hanya membeli yang kiranya dapat dinikmati di asrama, sebab saya ingin membeli coklat untuk keluarga maupun teman-teman saya tetapi masih lama untuk pulang ke Indonesia huftt
![]() |
| Sebelum belanja ini mah haha |
Sama seperti Mahsuri, rasanya tidak afdol jika mengunjungi Pulau Langkawi tapi tak singgah ke icon nya, Burung Elang.
Saya tak tau mengapa Pulau Langkawi diberi icon burung elang yang besaaar sekali.
Tapi yang jelas kami sempat mengambil gambar disini haha
Terimakasih abang-akak serta Puan Zaliza yang telah mengiktsertakan kami diacara ini.
What a great experiences^^
See ya next time, Langkawi!




Komentar
Posting Komentar