Hai, readers!
Kapan kamu ada waktu? Mau aku ajak melihat indahnya kalsel hehe :)
Kyaaaa udah ngegombal aja maaf maaf
Akhir tahun 2014 hingga 2015, sepertinya remaja Indonesia lagi digandrungi dengan liburan berbau alam
Feel it?
Ya, ketika gunung-gunung makin ramai dengan para penaik gunung, yang ga cuma bergabung di satuan mahasiswa pencinta alam
Tapi sekarang asal mereka memiliki keberanian dan tekat yang tinggi untuk mencapai suatu puncak maka itu akan mudah tercapai
Like your dream, hehe
Back to the topic, about adventure
Saya yang notabene nya adalah mahasiswa perantau otomatis merindukan tanah kelahiran saya, Kalimantan Selatan :")
Ketika libur semester genap tiba, kami berencana untuk adventure - back to nature
Kalimantan memang tidak memiliki gunung berapi
Jadi memang hanya pegunungan-pegunungan / bukit yang ada di daerah saya
Kali itu juga masyarakat Kalimantan Selatan juga termasuk orang-orang yang tekajut gunung
Tekajut dalam bahasa Banjar artinya kaget
Ya jelas artinya bahwa memang baru-baru ini liburan berbau back to nature sedang digandrungi
Ditambah lagi, di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan baru ditemukan bukit teletubies
Wah?
Iya, sebelum saya mengexplorenya gunung ups bukit i mean, kita explore dulu foto-foto orang-orang yang pernah mengunjunginya
Dan melihat dari foto-foto mereka, bentuk bukit nya memang seperti bukit teletubies
Kebayang ga ?
Tapi ga ada kelinci, tinky winky, dipsy, lala, dan poo :(
Dan dari jejaring sosial yang kita sebut instagram, we find much beautiful place in South Borneo
Uhuuuuyyyyy.....
Okeeeee, kali itu saya bersama teman-teman semasa SMA, yang notabene nya banyak anggota perempuan (maklum aja dulu di kelas IPA 2 muridnya ada 30, 20 murid perempuan, 10 laki-laki, tapiii salah seorang teman laki-laki kita telah pergi ke surga, jadi tinggal 9)
Kami memang kumpulan wanita tangguh haha
Adventure seperti ini harus dijelajahi menggunakan sepeda motor
Lebih berasa sensasinya
Dan kira-kira dari Banjarbaru ke Kabupaten Tanah Laut menempuh waktu sekitar 2 jam
Oke day 1......
Kita menuju ke gunung yang di sebut orang bukit teletubies tersebut
Sebelumnya memang salah seorang diantara kami sudah pernah mengunjungi bukit tersebut
Eitsss, sebelum menuju ke bukit teletubies kami mampir dulu ke bukit kayangan
Wah? Tempat bidadari atuh ya? Haha
Entahlah, kenapa dibilang bukit kayangan
Kalo menurut saya, bukit ini ga tinggi
Dari parkir dan menaiki anak tangga sudah sampai lah itu bukit
Bahkan sampai sekarang saya pun bingung kenapa dikatakan bukit -_-
Tapi dari bukit kayangan ini kita bisa melihat pemandangan kebun kelapa sawit dimana-mana
Wuuuu indahnya kalsel :)
| Kebun kelapa sawit dilihat dari bukit kayangan |
Oya, sebelumnya saya lupa kalo bukit kayangan itu juga terletak di Pleihari, Kabupaten Tanah Laut
Fyi, kami berada di bukit kayangan sekitar jam 12 siang
Kebayang panasnya gimana?
Tapi udah taukan sebelumnya kalo memang Kalimantan itu panas
Wah berasa mandi keringat itu kami......
| Selfie bentar sambil istirahat |
Lalu kami melanjutkan trip kami ke bukit teletubies
Lokasinya mudah di temui
Di belakang rumah warga!
Ya....
Karena ternyata bukit teletubies ini tempat buat sapi-sapi disana mencari makan
Makanya ketika kami ingin mendaki ke bukit tersebut, kami melewati beberapa kandang sapi
| Kandang-kandang sapi yang kami lewati |
| Gooooo wanita-wanita tangguh! |
Tapi....
Ramai pengunujung banget!! Wah...
Memang bukit teletubies waktu itu menjadi tempat wisata hits di Kalimantan Selatan
Wuuuuu indahnya kalsel :)
Dan trip hari itu sangat menyengangkan bagi kami
Kami pulang dengan keadaan yang tidak begitu kotor
Next
trip kami menuju Gunung Lintang, namanya
Tentunya
setelah beberapa hari dari trip kami di bukit kayangan dan bukit teletubies
tersebut
Lalu
teman saya telah diberitahu sebelumnya oleh temannya yang lain bahwa gunung lintang
ini sangat berbeda dengan bukit teletubies
Harus
mempersiapkan fisik yang kuat
Oke,
its not big problem for us
Wanita
tangguh gitu loh.....
Jujur,
diantara kami tidak ada yang tau jalan menuju gunung tersebut
Katanya
terletak setelah kebun kelapa sawit
Dan
kami hanya bermodalkan niat yang nekat dan doa
Kami
berangkat dari Banjarbaru sekitar jam 10 siang, karena kami tak ingin bermalam
disana
Ketika
di perjalanan kami diterpa badai alias hujan deraaaaaaasssss banget
Hingga
kami tak bisa meneruskan perjalanan dan berhenti sejenak untuk makan siang, dan
perjalanan pun terhambat
Setelah
hujan reda kami meneruskannya kembali
Coba-coba
menyusuri peta buta yang telah di beri oleh salah seorang teman
Tapi
peta tersebut tidak jelas
Banyak
sekali belokan-belokan yang menyesatkan
Kami
tersesat....
Bukannya
tersesat di gunung, tapi masih di perjalanan
Kali
itu benar-benar diluar ekspektasi kami......
Ketika
kami menemui banyak belokan yang menyesatkan itu, salah seorang teman kami
bilang “Yo ah, belok kanan apa kiri ni?”
“Kiri
deh kayaknya abis jalannya lebih enak”
Hahaha
perjalanan menuju gunung lintang hanya berdasarkan kata “kayaknya”
Dalam
ekspektasi saya jika kita tersesat kita bisa bertanya pada orang
Tapi
apalah daya, kenyataannya, disana hanya deretan kebun kelapa sawit tanpa ada
seorang manusia
Waaaaaa
sempat kami ingin balik arah ke Banjarbaru tapi tanggung
Ga
cuma itu doang, jalanan menuju gunung tersebut juga becek banget!
| Jalannya rata-rata begini :( |
Mungkin
efek hujan yaa
Jadiii,
motor-motor kami sudah tak berbentuk lagi karena telah dipenuhi tanah liat
Ketika
kami salah memilih jalan, kami pun balik arah ke jalan yang satunya haha
Dan
setelah terus berjalan dengan segala kesusahan berkendara hingga kami jatoh-jatoh
terjerembap ke dalam tanah liat
Kami
menemui bapak-bapak yang dari arah gunung sepertinya
Dan
wahhh kami bisa bertanya, “pak gunung lintang dimana ya?”
“oh
terus lagi nak ay, kena belok kiri ada tulisannya”
Saat
kami meneruskan perjalanan karena merasa kesulitan kami akan usai, kami lupa
bilang terimakasih -_-
Ketika
kami membalikkan kepala kami, si bapak udah ilang....
“mungkin
bapak itu malaikat, waaaaahhh makasih bapak” kata salah seorang teman saya
Dan
kami sudah melihat tulisan “selamat datang di gunung lintang”
YEEEYYYY
TEPAT!!
Tapiii,
di depan sana ada sungai kecil
OMG
motor ini harus lewat sungai itu? Siap okelah
Arena
nya mantap sekali bung, sungguh!!!
Tak
lama kami sampai di posko
Dan
bapak-bapak di sana yang menjaga posko tersebut bilang “pasti susah ya
nyarinya?”
Etdah
tau aja si bapak huu
Karena
bukan hanya kami yang bilang kalo susah, ternyata setiap orang yang ingin
kesini pasti mereka tersesat dulu
Dan
ketika kami ingin menaiki gunung, saya melihat jam di tangan saya yang menunjukkan
pukul 2
Wah.....
4 jam di jalan karena kami tersesat? Siplah bung :”)
Melihat
gunung tersebut, saya yang notabene nya sebagai pendaki pemula mengatakan kalo
itu tinggi
Ah
gila itu jalannya nanjak banget!
45
derajat lah naiknya, mamaaaaaaaaaa
Tapi
ga boleh ngeluh
We’re
ready to hiking! Hap hap hap
Akhirnya
step by step, dengan perlahan kami menanjaki gunung lintang
Sesekalinya
saya beristirahat melihat indahnya pemandangan di bawah
| Kadang rasa lelah ilang ketik melihat indahnya pemandangan ini :) |
| Keep green, Borneo |
Wuiiihhh
btw jalannya licin sekali, beberapa kali kami terpeleset
Teman
saya sempat terguling
Jalan
menuju ke puncak gunung memang disediakan tali
Sekitar
setengah jam kami sampai puncaknya kalo ga salah, saya lupa
Cuaca
kali itu memang sedang kabut
And
we standing together with cloud!
| AWAN !???!!! |
AHHHHHHH
INDAH
BANGET KALSEL, Tuhan!!!!
Gue
ga nyesel udah sakit-sakit naik begini juga!
Tapi kadang saya berfikir, akankah 10 tahun kedepan Borneo akan tetap meng-hijau?
I hope it so...
Tetap
cintai daerahmu, negrimu, tempat dimana kamu dilahirkan dan dibesarkan
Ketika
kamu sudah mencoba menikmati indahnya alam, sayangilah alam mu, jangan buang
sampah contoh kecilnya.
Remember
it !:)

Komentar
Posting Komentar