Langsung ke konten utama

Student Exchange - Being Malaysian ?

Finally, the day. Yap, hari keberangkatan kami menuju suatu daerah yang berada di utara negara Malaysia.
Perpisahan dengan orang-orang terdekat saya yang berada di Bandung terasa berat sekali.
Biasanya saya menceritakan segala keluh kesah saya pada mereka, tapi kelak? Pada siapa saya akan bercerita.
Bagi saya beda cerita jika curhat melalui social media seperti line dengan curhat tatap muka :(
Huft. 
Di kasih surprise sama mereka. Dikira ga anterin ternyata tiba-tiba nongol. Kan kesel. Trs cengeng deh. Huh
Damn, I miss you so much my unbiological sister :(

Tanggal 27 September 2015 kami semua berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Indonesia menuju Kuala Lumpur, Malaysia, selanjutnya kami transit menuju Alor Setar, Kedah, Malaysia barulah kami tiba di Universiti Utara Malaysia.
Setibanya di Bandara entah saya lupa namanya di Alor Setar, Kedah, Malaysia pada pukul kurang lebih 10pm waktu setempat. Kami yang ditemani bu Meiti, pak Nono, serta pak Edi untuk keberangkatan ke UUM telah dijemput oleh Dr. Rajwani dan Dr. Faza, dosen dari pihak UUM yang bertanggungjawab akan urusan kami di UUM. Kemudian, Dr. Rajwani dan Dr. Faza mengajak kami untuk dinner di salah satu makanan Arab di daerah Kedah, Malaysia.
Sebab, kata Dr. Rajwani dan Dr. Faza kalau menginjakkan kaki ke Malaysia tanpa mencicipi nasi arab ini rasanay kurang seronok lah :D
Teman-teman yang mungkin baru pertama kali mencicipi makanan tersebut cukup aneh, tapi saya senang karena rasanya hampir sama dengan nasi kabuli, salah satu nasi arab yang ada di daerah Kalimantan Selatan.
what a big size for me

Dinner kami, bersama Dr. Rajwani & Dr. Faza serta Bu Meiti, Pak Nono dan Pak Edi (muka lelah, jetlag)

Setelah kami menikmati makan malam tersebut, kami diantarkan menuju UUM.
Oh My God.
University in Green Forest !!!
Hahaha lol but its true.
Masih dikelilingi hutan.
Dan saya rasa, satu daerah Sintok di beli sama UUM!
This my first impression when i arrived in UUM.
So large University guys! 
Sekitar pukul 12 dini hari kami tiba. Kemudian ada pembagian roomate, saya bersama Anisah (Ninut) stay di kamar 5C-114, Destiva-Cindy di 5B-114 dan Monica-Herika di 5E-114 dan kami semua tinggal di DPP (Dewan Penginapan Pelajar) EON. Lain halnya dengan Fajar, dia sendiri tinggal di DPP Petronas, tak jauh dari DPP EON.
Setibanya kami di kamar masing-masing, sedikit shocked therapy mungkin bagi kami karena mendapati keadaan kamar yang "berantakan" dan tak bersih. Terlebih tanpa keramik, tanpa seprei dan tanpa bantal. Meskipun keadaan badan kami masih jetlag, lelah, letih, dll tapi demi kami bisa beristirahat maka kami semua harus membereskan semua ini.
Keesokan harinya hingga kurang lebih seminggu kami belum sempat memasuki kelas untuk menjalani perkuliahan.
Sebelum memasuki perkuliahan kami harus menjalani proses medical checkup pertama kali agar dipastikan kami semua sehat dan tidak dipulangkan kembali ke Indonesia :D
Kemudian kami ada serah terima antar STKS dengan pihak UUM.
proses serah terima STKS - UUM
Selepas hari itu, kami masih mengurusi segala macam urusan, dari pengurusan asuransi, registrasi mahasiswa sebagai mahasiswa mobility, hingga urusan yang paling lama yaitu visa.
Mungkin bagi kebanyakan orang awam, kuliah di luar negri itu mudah.
Bisa travelling sana sini bila liburan.
Tapi mereka tau tau urusan "visa" ini yang suka menghambat segala aktivitas dan menghancurkan mood.
Sekarang, status mahasiswa kami menjadi mahasiswa UUM, juga mahasiswa STKS tentunya.
Sekarang, selama 3-4 bulan kedepan kami menjadi Warga Negara Malaysia.
Still can't believe HAHAHA.
Can us?
Yang dulunya jadi perantau antar pulau Kalimantan - pulau Jawa.
Sekarang, jadi perantau antar negara, Indonesia - Malaysia.
Help us, ya Allah.
Berilah kemudahan kami untuk menuntut ilmu di tanah ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 days being Exchange Student

Genap 100 hari saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran di negara jiran Bermula dari akhir September 2015 hingga awal Januari 2016 Lika liku kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran pun dirasakan Meskipun kata orang, Malaysia tak jauh beda dengan Indonesia tapi bagi saya beda..... Dari segi bahasa memang hampir sama, terlebih saya sebagai orang Banjar yang bahasanya ada bau-bau Melayu dan cukup saya mengerti Contoh kecil, seringkali tetangga kamar  di DPP saya berteriak kata-kata "lipas" Saya sih mengerti itu artinya kecoak karena di bahasa Banjar juga itu hehe namun roomate saya tidak tau apa itu lipas Sering sekali miss comunication dengan teman-teman disana karena kami yang masih belajar dan masih sering menggunakan bahasa Indonesia  Seringkali kita menemukan bahasa-bahasa unik, seperti nyanyuk yang artinya pikun, kebajikan yang artinya kesejahteraan dalam bahasa Indonesia kemudian penyelidikan yang artinya penelitian, dan adapula warga tua ...

Adventure for Holiday

Hai, readers! Kapan kamu ada waktu? Mau aku ajak melihat indahnya kalsel hehe :) Kyaaaa udah ngegombal aja maaf maaf Akhir tahun 2014 hingga 2015, sepertinya remaja Indonesia lagi digandrungi dengan liburan berbau alam Feel it? Ya, ketika gunung-gunung makin ramai dengan para penaik gunung, yang ga cuma bergabung di satuan mahasiswa pencinta alam Tapi sekarang asal mereka memiliki keberanian dan tekat yang tinggi untuk mencapai suatu puncak maka itu akan mudah tercapai Like your dream, hehe Back to the topic, about adventure Saya yang notabene nya adalah mahasiswa perantau otomatis merindukan tanah kelahiran saya, Kalimantan Selatan :") Ketika libur semester genap tiba, kami berencana untuk adventure - back to nature Kalimantan memang tidak memiliki gunung berapi Jadi memang hanya pegunungan-pegunungan / bukit yang ada di daerah saya Kali itu juga masyarakat Kalimantan Selatan juga termasuk orang-orang yang tekajut gunung Tekajut dalam bahasa Banjar artinya kag...

Tahun Baru, Status Baru!

Welcome to 2018! Horreeeeeee👏 Ketika aku memasuki tahun 2018 ini, statusku berubah! Eits maksudnya, dari dulu yang berstatus mahasiswi sekarang Alhamdulillah Yang Diatas sudah memberiku pekerjaan hehehe (Sebenarnya sih maunya status "belum menikah"ku juga berubah, semoga, aamiin😅) Sedikit bercerita tentang pekerjaanku. Di tulisan sebelumnya aku sempat menulis "aku memang harus mengabdi dengan "ibuku" dan daerahku untuk memajukan tanah kelahiranku". Ketika aku ditanya orang untuk bekerja dimana, hmm bingung sih bilangnya gimana karena tidak semua orang tahu hehe. Jadi gini, Kementrian Sosial RI memiliki program yang berkaitan dengan pemberantasan kemiskinan disebut Program Keluarga Harapan (PKH). Nah di program tersebutlah aku mencari rejeki. Jadi kita bekerja untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan aku ditempatkan di Kota Banjarbaru, Alhamdulillah di tanah kelahiranku sendiri. Nah dalam Pelaksana PKH tersebut terdapat beberapa posisi seperti ...