Langsung ke konten utama

Merantau

ini loh, gambaran wanita perantau yang cocok untuk dijadiin menantu *eh haha
Merantau berarti kita pindah dari satu daerah kedaerah lain demi tujuan tertentu.
Beberapa anak daerah yang stay semenjak ia di lahirkan sampai ia lulus dari SMA-nya di tempat kelahirannya pasti pernah berfikir bahwa ia ingin sekali move dari tanah kelahirannya.
Bukannya jahat karena tidak berterimakasih dengan tanah yang telah ia pijak selama bertahun-tahun, melainkan ingin mendapatkan pengetahuan yang lebih dari yang ada di daerahnya, mengenal budaya apa yang ada di sana, menambah teman baru dan pengalaman baru, dan yaaa masih banyak lagi.
Tapi pernah ga terfikir bahwa kita akan pindah dari yang awalnya merupakan suatu daerah yang biasa aja ternyata pindah ke tempat yang dapet dikatakan itu kota metropolitan? Dengan kata lain, membayangkan hidup di kota metropolitan yang akan serba wow, pergaulan bebas, dunia yang keras, atau apalah itu.
That's what am I thinkin before I leave my hometown.
Selain itu, menjadi seorang mahasiswa/i perantau itu penuh dengan ujian yang berat!
Ya, maksudnya gini. Kita jauh dari orang tua, terus kangen terus homesick hehe:")
Atau gini, pas lo sakit, yang biasanya di rumah ada Mama yang meskipun ia cape dari pulang kerjanya tapi ia tetap ngerawat kita, nyupin kita makan terus kita nolak, terus dia bilang "yaudah kamu mau makan apa biar dibeliin, asal kamu mau makan, nak." dan ketika lo jauh dari orang tua? Ke dokter sendiri, beli obat sendiri, makan enak atau engga tetep di makan sendiri, ahhh serba sendiri pokoknya. Dan kalo di tanya sama orangtua tentang keadaan kita, pasti kita akan jawab "baik-baik aja kok" karena kita gamau bikin orangtua khawatir:")
Terus sebagai mahasiswa/i perantau juga lo harus ngatur keuangan lo sendiri. Dari sini juga kita bisa tau seberapa borosnya kita. Seringkali kalo di rumah dan kalo uang abis kita pasti ngadu ke bokap/nyokap dan minta uang. Tapi saat jadi seorang perantau? Malu untuk minta uang karena takut ngerepotin, takut segalanya dan akan berfikir "Papa sama Mama kan udah nguliahin gue jauh-jauh, pasti juga udah ngabisin uang ga sedikit, dan terus masa kerjaan gue disini cuma ngabisin duit, kan gue semestinya bisa nge-manage uang, pake buat yang berguna aja."
Adaptasi. Seorang perantau memang harus bener-bener bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Entah itu adaptasi yang cepet atau lambat. Karena lingkungan yang kita akan hadapi pasti akan berbeda dari yang biasanya. Lingkungan merupakan faktor kedua setelah keluarga yang akan ngebuat lo menjadi sesuatu. Ya, pilihlah lingkungan yang baik dan beradaptasi lah dengan cepat disana, karena itu akan membuat perubahan buat diri lo sendiri yang tentunya akan lebih baik.
Terus lagi sebagai mahasiswa/i perantau, lo akan jadi lebih mandiri dan dewasa. Karena lo bener-bener harus ngurus kehidupan lo sendiri, siapa yang mau lo mintain bantuan? Even, lo mungkin punya keluarga disini (di tempat lo ngerantau), tapi apa enak mintain bantuan sama mereka? Engga. Jadi dari sini juga lo akan ngerasa gimana itu kehidupan. Dewasa. Ya, what am I mean, seorang perantau juga akan menjadi dewasa karena itu tadi, kita akan tau yang mana yang bener-bener arti kehidupan. Kita akan tau makna kehidupan yang sebenarnya ketika dihadapkan dengan kehidupan di ruang lingkup berbeda, orang-orang berbeda, makanan berbeda, dan segala-galanya yang berbeda.
Seorang mahasiswa/i perantau ialah seorang manuasia yang hebat, strong, dan segalanyaaaaa. Dan semua itu dilakukan demi membahagiakan kedua orangtuanya demi mendapatkan ilmu yang lebih baik, dapat berbakti dan mengabdi pula ke tanah kelahirannya ahhh pokoknya do the best lah buat kita dan kalian sebagai mahasiswa/i perantau! Jangan lupakan tujuanmu!^^

Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 days being Exchange Student

Genap 100 hari saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran di negara jiran Bermula dari akhir September 2015 hingga awal Januari 2016 Lika liku kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran pun dirasakan Meskipun kata orang, Malaysia tak jauh beda dengan Indonesia tapi bagi saya beda..... Dari segi bahasa memang hampir sama, terlebih saya sebagai orang Banjar yang bahasanya ada bau-bau Melayu dan cukup saya mengerti Contoh kecil, seringkali tetangga kamar  di DPP saya berteriak kata-kata "lipas" Saya sih mengerti itu artinya kecoak karena di bahasa Banjar juga itu hehe namun roomate saya tidak tau apa itu lipas Sering sekali miss comunication dengan teman-teman disana karena kami yang masih belajar dan masih sering menggunakan bahasa Indonesia  Seringkali kita menemukan bahasa-bahasa unik, seperti nyanyuk yang artinya pikun, kebajikan yang artinya kesejahteraan dalam bahasa Indonesia kemudian penyelidikan yang artinya penelitian, dan adapula warga tua ...

Adventure for Holiday

Hai, readers! Kapan kamu ada waktu? Mau aku ajak melihat indahnya kalsel hehe :) Kyaaaa udah ngegombal aja maaf maaf Akhir tahun 2014 hingga 2015, sepertinya remaja Indonesia lagi digandrungi dengan liburan berbau alam Feel it? Ya, ketika gunung-gunung makin ramai dengan para penaik gunung, yang ga cuma bergabung di satuan mahasiswa pencinta alam Tapi sekarang asal mereka memiliki keberanian dan tekat yang tinggi untuk mencapai suatu puncak maka itu akan mudah tercapai Like your dream, hehe Back to the topic, about adventure Saya yang notabene nya adalah mahasiswa perantau otomatis merindukan tanah kelahiran saya, Kalimantan Selatan :") Ketika libur semester genap tiba, kami berencana untuk adventure - back to nature Kalimantan memang tidak memiliki gunung berapi Jadi memang hanya pegunungan-pegunungan / bukit yang ada di daerah saya Kali itu juga masyarakat Kalimantan Selatan juga termasuk orang-orang yang tekajut gunung Tekajut dalam bahasa Banjar artinya kag...

Tahun Baru, Status Baru!

Welcome to 2018! Horreeeeeee👏 Ketika aku memasuki tahun 2018 ini, statusku berubah! Eits maksudnya, dari dulu yang berstatus mahasiswi sekarang Alhamdulillah Yang Diatas sudah memberiku pekerjaan hehehe (Sebenarnya sih maunya status "belum menikah"ku juga berubah, semoga, aamiin😅) Sedikit bercerita tentang pekerjaanku. Di tulisan sebelumnya aku sempat menulis "aku memang harus mengabdi dengan "ibuku" dan daerahku untuk memajukan tanah kelahiranku". Ketika aku ditanya orang untuk bekerja dimana, hmm bingung sih bilangnya gimana karena tidak semua orang tahu hehe. Jadi gini, Kementrian Sosial RI memiliki program yang berkaitan dengan pemberantasan kemiskinan disebut Program Keluarga Harapan (PKH). Nah di program tersebutlah aku mencari rejeki. Jadi kita bekerja untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan aku ditempatkan di Kota Banjarbaru, Alhamdulillah di tanah kelahiranku sendiri. Nah dalam Pelaksana PKH tersebut terdapat beberapa posisi seperti ...