Langsung ke konten utama

Pengalaman Seleksi PPI 2011



  Kali ini gue bakal nyeritain pengalaman kegagalan seleksi PPI gue di tahun 2011. Hiks, nyesek bangeettt. Fyi, PPI itu kepanjangan dari Purna Paskibraka Indonesia, ituloh pasukan pengibar bendera tiap 17 Agustus di tiap kota atau provinsi ataupun itu nasional. Yaps, di SMA gue bergabung dengan ekskul kece itu.

Tepatnya bulan April 2011, ada beberapa tahap penyeleksian untuk ajang PPI itu. Ditahap pertama itu ada tahap pengukuran keidealan badan, jadi diukur tinggi dan berat badan kita apa udah idealkah. Alhamdulillah, pas tahap itu gue lulus! Jadi ya, gue sama temen-temen gue dari smada yang ikutan seleksi dikumpulin di kantin sekolah, terus dibacain deh nama-nama yang lulus ke tahap seleksi selanjutnya. Di tahap selanjutnya, gue sama temen-temen gue yang lulus izin sekolah 3 hari karena seleksi. Siapa yang ga seneng kalo ga sekolah? haha. Tapi tetep aja kita harus berjuang! Di hari pertama itu ada tahap wawancara, oke berjalan lancar. Di hari kedua ini! Ah... tahap kesmaptaan! jadi disini kita disuruh lari 12 menit lapangan bola Dr.Murjani Banjarbaru, pull-up shit-up push-up selama semenit, terus ada lagi lari angka 8 sebanyak 3 kali. Sebelum itu dilaksanin, ada medical check-up dulu pastinya. Disaat itu, gue enjoy banget ya, ketawa saam temen-temen, ngerasa sehat banget dah. Pas nama nomer gue disebutin “42” gue maju dan gue tensi darah. Eitss, disana darah gue nunjukin darah yang rendah. Gue ditanya sama dari dokter-dokter yang tensiin darah gue “kamu yakin kuat ikutan?” dan gue dengan santainya jawab “yakin dong, pak” terus doi nanya lagi “awas, jangan sampai pingsan!” alhasil, gue berhasil ngejalanin tes-tes kesmaptaan itu semua tanpa pingsan doong hihi. And, the last day! Pagi-pagi jam 9 kita para peserta di jemur. You know lah, panasnya Kalimantan gimana. Ahhh panas gewlaaa. Tapi alhamdulillah, aman, ga pingsan!:p dan akhirnya tiba juga tuh masa pantuhir, penentuan terakhir. Dan jleb banget, nomor 42 gaada disebutin!:( nangis sampe mata bengkak deh saya hufttt. Dan pas itu ya, ada temen gue yang ga terima dia ga lolos dan dia nendang tembok gedung itu sampai bolong dan gue sama temen gue jadi saksi. Anjirrrrr, jadi masalah da!-_-

Udah mah pulang malem, mana mata bengkak pula. Sampe di rumah mama bilang, "Kenapa nangis? Ga lulus ya? Ya ga usah sedih, mama emang ga doain kiki kok." Ahhh, itu jleb banget you know!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

100 days being Exchange Student

Genap 100 hari saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran di negara jiran Bermula dari akhir September 2015 hingga awal Januari 2016 Lika liku kehidupan sebagai mahasiswa pertukaran pun dirasakan Meskipun kata orang, Malaysia tak jauh beda dengan Indonesia tapi bagi saya beda..... Dari segi bahasa memang hampir sama, terlebih saya sebagai orang Banjar yang bahasanya ada bau-bau Melayu dan cukup saya mengerti Contoh kecil, seringkali tetangga kamar  di DPP saya berteriak kata-kata "lipas" Saya sih mengerti itu artinya kecoak karena di bahasa Banjar juga itu hehe namun roomate saya tidak tau apa itu lipas Sering sekali miss comunication dengan teman-teman disana karena kami yang masih belajar dan masih sering menggunakan bahasa Indonesia  Seringkali kita menemukan bahasa-bahasa unik, seperti nyanyuk yang artinya pikun, kebajikan yang artinya kesejahteraan dalam bahasa Indonesia kemudian penyelidikan yang artinya penelitian, dan adapula warga tua ...

Adventure for Holiday

Hai, readers! Kapan kamu ada waktu? Mau aku ajak melihat indahnya kalsel hehe :) Kyaaaa udah ngegombal aja maaf maaf Akhir tahun 2014 hingga 2015, sepertinya remaja Indonesia lagi digandrungi dengan liburan berbau alam Feel it? Ya, ketika gunung-gunung makin ramai dengan para penaik gunung, yang ga cuma bergabung di satuan mahasiswa pencinta alam Tapi sekarang asal mereka memiliki keberanian dan tekat yang tinggi untuk mencapai suatu puncak maka itu akan mudah tercapai Like your dream, hehe Back to the topic, about adventure Saya yang notabene nya adalah mahasiswa perantau otomatis merindukan tanah kelahiran saya, Kalimantan Selatan :") Ketika libur semester genap tiba, kami berencana untuk adventure - back to nature Kalimantan memang tidak memiliki gunung berapi Jadi memang hanya pegunungan-pegunungan / bukit yang ada di daerah saya Kali itu juga masyarakat Kalimantan Selatan juga termasuk orang-orang yang tekajut gunung Tekajut dalam bahasa Banjar artinya kag...

Tahun Baru, Status Baru!

Welcome to 2018! Horreeeeeee👏 Ketika aku memasuki tahun 2018 ini, statusku berubah! Eits maksudnya, dari dulu yang berstatus mahasiswi sekarang Alhamdulillah Yang Diatas sudah memberiku pekerjaan hehehe (Sebenarnya sih maunya status "belum menikah"ku juga berubah, semoga, aamiin😅) Sedikit bercerita tentang pekerjaanku. Di tulisan sebelumnya aku sempat menulis "aku memang harus mengabdi dengan "ibuku" dan daerahku untuk memajukan tanah kelahiranku". Ketika aku ditanya orang untuk bekerja dimana, hmm bingung sih bilangnya gimana karena tidak semua orang tahu hehe. Jadi gini, Kementrian Sosial RI memiliki program yang berkaitan dengan pemberantasan kemiskinan disebut Program Keluarga Harapan (PKH). Nah di program tersebutlah aku mencari rejeki. Jadi kita bekerja untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan aku ditempatkan di Kota Banjarbaru, Alhamdulillah di tanah kelahiranku sendiri. Nah dalam Pelaksana PKH tersebut terdapat beberapa posisi seperti ...