Hai readers!
Yang pertama; monitoring P2K2. Tadi sempat aku singgung bahwa ada beberapa hal yang aku suka dari program ini, nah selain tentang tujuan anak Indonesia sehat dan cerdas sehingga para pendamping melakukan tugas seperti melakukan verifikasi faskesdik, maka adapula tujuan dari PKH yakni menciptakan perubahan perilaku. Yaps, teknik yang dilakukan yaitu melalui kegiatan P2K2 ini loh. Dalam kegiatan ini, pendamping serta peksos supervisor melakukan penyampaian materi. Ada materi mengenai pendidikan dan pengasuhan anak, keuangan, kesehatan dan gizi, perlindungan anak serta kesejahteraan sosial. Dalam hal ini, diharapkan para KPM yang notabene berstatus ekonomi rendah memiliki mindset yang berbeda dibandingkan masyarakat yang berstatus sama seperti mereka.
Penanganan kasus disini biasanya kita terima bisa melalui KPM langsung atau pendamping. Nah kini, PKH juga memiliki contact center dong, nomornya 1500299 dan bisa dihubungi oleh siapapun (KPM, non KPM, pelaksana PKH, Dinas, dan masyarakat umum lainnya) berkaitan dengan masalah-masalah yang dialami mengenai PKH. Nah pengaduan yang menjadi kewenangan seorang peksos supervisor berkaitan dengan pelaksanaan P2K2, sikap dan etika pendamping, masalah sosial yang ada di KPM PKH, serta masalah akses terhadap layanan komplementer (KIS, KIP, rastra, BPNT, dan lainnya)
Terakhir tugas peksos supervisor yang keempat:
Terakhir ialah media informasi. Nah dalam tugas peksos supervisor berkaitan dengan hal ini bertujuan untuk menaikkan brand PKH dimata publik berupa tulisan atau audiovisual. Kami biasa menyebutnya sebagai success story, nah biasanya berisikan mengenai keberhasilan anak, orangtua, lansia, disabilitas yang termasuk KPM PKH. Lalu ada cerita yang paling nyata mengubah kehidupan KPM (ini biasanya berkaitan dengan graduasi sejahtera mandiri KPM),cerita menyentuh publik dan cerita menginspirasi publik.
Amazing bukan? hehehe
Last, ada Koordinator Kota/Kabupaten. Eitsss, Pekerja Sosial Supervisor dan Koordinator Kota/Kabupaten ini tidak akan adanya tugas yang tumpang tindih! Dijamin! Pekerja Sosial Supervisor memiliki fungsi supervisi dan Koordinator memiliki fungsi manajemen. Nah Pekerja Sosial Supervisor dan Koordinator Kota/Kabupaten berkolaborasi untuk pelaksanaan PKH yang lebih baik.
Nah itu tadi beberapa gambaran dan tugas-tugas Pelaksana PKH dari tingkat Kecamatan hingga Kota/Kabupaten.
Sejatinya kerja di dunia sosial ini tidak hanya memberikan bantuan semata, melainkan kita berharap agar Penerima Manfaat dapat berfungsi sosial.
Salam Pekerja Sosial!💓
Setelah sekian bulan aku menghilang dari dunia blogger, akhirnya aku kembali hadir. Alhamdulillah sudah 9 bulan ternyata aku kerja disini, secepat ini waktu berlalu dan aku sangat menikmati segala prosesnya. Tulisan yang mau aku sampaikan ini berkaitan dengan tugasku, yap sebagai Pekerja Sosial Supervisor PKH, tepatnya di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Nah kenapa jadi aku tulis ini, agar pembaca mengenal tentang PKH hingga pelaksana PKH itu sendiri.
Sebelumnya apa kalian tau tentang PKH?
Yup PKH adalah singkatan dari Program Keluarga Harapan, merupakan program dari Kementerian Sosial RI dengan sasaran masyarakat yang masuk ke dalam kategori miskin hingga rentan miskin. Tidak cuman itu saja, mereka yang menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH harus memiliki komponen kesehatan yang didalamnya terdapat ibu hamil, nifas dan balita, komponen pendidikan yang artinya dalam keluarga tersebut memiliki anak SD, SMP dan SMA serta komponen kesejahteraan sosial yakni kategori lanjut usia (diatas 70 tahun bagi KPM tahun 2017 dan diatas 60tahun bagi KPM tahun 2018) dan disabilitas berat (yang tidak dapat berfungsi sama sekali ya, artinya dalam activity daily living (adl)nya memerlukan bantuan keluarga atau orang lain, sehari-harinya hanya dihabiskan di tempat tidur, penyebab disabilitas ialah akibat bawaan (dari lahir) dan di dapat (kecelakaan).
Nah pertanyaanya dari mana sih datanya?
Oke Pelaksana PKH tidak mendata ya, kami hanya menerima data yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial.
Nah setelah dari pendataan ini, biasanya dari pusat mengirimkan kami BNBA untuk melakukan validasi terlebih dahulu. Yang kita tahu bahwa kondisi ekonomi ini kan dinamis, nah untuk itu dilakukan validasi, apakah calon KPM ini masih layak untuk menerima bantuan atau tidak, selain itu juga kami memastikan apakah calon KPM ini berada di wilayahnya atau tidak atau masih hidup atau tidak. Selanjutnya data hasil validasi kami kembalikan ke pusat dan seterusnya pihak Kementerian Sosial lah yang menentukan KPM ini layak atau tidak mendapatkan bantuan PKH.
Selanjutnya aku mau bercerita siapa aja sih Pelaksana PKH itu?
Nah diatas itu struktur pelaksana PKH dari tingkat kecamatan sampai pusat. Satu persatu ya aku jelasin secara singkat tapi sampai tingkat Kota/Kabupaten aja yaa hihi^^
Mulai dari Asisten Pendamping. Sebenarnya ini berlaku bagi kecamatan-kecamatan yang aksesnya sulit, Nah khusus di Kota Banjarbaru yang notabene jalanannya sangat aksesible (ini salah satu alasan kenapa aku senang dan sangat bersyukur kerja di Banjarbaru) jadi tidak ada posisi ini. Tapi aku beri gambaran mengenai tugas asisten pendamping yang kayak di bawah ini:
Lanjoooot!
Pendamping Sosial PKH!
Wuidihhh, ini merupakan malaikat tak bersayapnya dari PKH sih menurut aku.
Tugas mereka mulai dari validasi, pemutakhiran KPM, verifikasi fasilitas kesehatan dan pendidikan, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), dan lainnya.
Pendamping biasanya tak kenal waktu dalam bekerja. Berangkat pagi pulang malam, kerja di hari libur bahkan saat malam hari dihubungi oleh para KPM pun sudah biasa. Thats why aku menyebut mereka sebagai malaikat tak bersayap hihihi
Dalam kegiatan verifikasi faskesdik misalnya, pendamping harus memastikan agar para KPM tetap komitmen dalam memberikan akses pendidikan dan kesehatan bagi anak maupun keluarga mereka.
Ini salah satu yang aku suka dari program PKH ini. PKH tidak semata-mata hanya memberikan uang saja, tetapi juga kita bersama-sama memiliki tujuan anak Indonesia Sehat dan Cerdas. Disini pelaksana PKH khususnya pendamping sosial memastikan kondisi KPM-KPM mereka apakah anak tetap bersekolah? apakah anak dan keluarga dihubungkan ke fasilitas kesehatan ? dan sebagainya. Keren bukan? Nah ini gambaran mengenai tugas dari Pendamping Sosial PKH:
Oke lanjut ke tingkat Kota/Kabupaten ya...
Di tingkat ini terdapat Adminstrator Database, Pekerja Sosial Supervisor (yeah thats me!😋) dan Koordinator Kota/Kabupaten.
Dimulai dari Adminstrator Database (ADB)/Administrator Pangkalan Data. Dulu nama mereka disebut Operator. Nah mereka ini nih yang senantiasa menghadapi ribuan BNBA (By Name By Address) KPM yang ada di Kota/Kabupatennya. Gokil! Kalo aku sih kayaknya mata udah berbayang haha
Nah ringkasnya inilah tugas-tugas para ADB:
Next, Pekerja Sosial Supervisor!!! Yuhuuu....
Yup PKH adalah singkatan dari Program Keluarga Harapan, merupakan program dari Kementerian Sosial RI dengan sasaran masyarakat yang masuk ke dalam kategori miskin hingga rentan miskin. Tidak cuman itu saja, mereka yang menjadi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH harus memiliki komponen kesehatan yang didalamnya terdapat ibu hamil, nifas dan balita, komponen pendidikan yang artinya dalam keluarga tersebut memiliki anak SD, SMP dan SMA serta komponen kesejahteraan sosial yakni kategori lanjut usia (diatas 70 tahun bagi KPM tahun 2017 dan diatas 60tahun bagi KPM tahun 2018) dan disabilitas berat (yang tidak dapat berfungsi sama sekali ya, artinya dalam activity daily living (adl)nya memerlukan bantuan keluarga atau orang lain, sehari-harinya hanya dihabiskan di tempat tidur, penyebab disabilitas ialah akibat bawaan (dari lahir) dan di dapat (kecelakaan).
Nah pertanyaanya dari mana sih datanya?
Oke Pelaksana PKH tidak mendata ya, kami hanya menerima data yang terdaftar dalam data terpadu program penanganan fakir miskin yang diolah oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial.
Nah setelah dari pendataan ini, biasanya dari pusat mengirimkan kami BNBA untuk melakukan validasi terlebih dahulu. Yang kita tahu bahwa kondisi ekonomi ini kan dinamis, nah untuk itu dilakukan validasi, apakah calon KPM ini masih layak untuk menerima bantuan atau tidak, selain itu juga kami memastikan apakah calon KPM ini berada di wilayahnya atau tidak atau masih hidup atau tidak. Selanjutnya data hasil validasi kami kembalikan ke pusat dan seterusnya pihak Kementerian Sosial lah yang menentukan KPM ini layak atau tidak mendapatkan bantuan PKH.
Selanjutnya aku mau bercerita siapa aja sih Pelaksana PKH itu?
![]() |
| Struktur PKH |
Mulai dari Asisten Pendamping. Sebenarnya ini berlaku bagi kecamatan-kecamatan yang aksesnya sulit, Nah khusus di Kota Banjarbaru yang notabene jalanannya sangat aksesible (ini salah satu alasan kenapa aku senang dan sangat bersyukur kerja di Banjarbaru) jadi tidak ada posisi ini. Tapi aku beri gambaran mengenai tugas asisten pendamping yang kayak di bawah ini:
![]() |
| Tugas Asisten Pendamping Sosial PKH |
Pendamping Sosial PKH!
Wuidihhh, ini merupakan malaikat tak bersayapnya dari PKH sih menurut aku.
Tugas mereka mulai dari validasi, pemutakhiran KPM, verifikasi fasilitas kesehatan dan pendidikan, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), dan lainnya.
Pendamping biasanya tak kenal waktu dalam bekerja. Berangkat pagi pulang malam, kerja di hari libur bahkan saat malam hari dihubungi oleh para KPM pun sudah biasa. Thats why aku menyebut mereka sebagai malaikat tak bersayap hihihi
Dalam kegiatan verifikasi faskesdik misalnya, pendamping harus memastikan agar para KPM tetap komitmen dalam memberikan akses pendidikan dan kesehatan bagi anak maupun keluarga mereka.
Ini salah satu yang aku suka dari program PKH ini. PKH tidak semata-mata hanya memberikan uang saja, tetapi juga kita bersama-sama memiliki tujuan anak Indonesia Sehat dan Cerdas. Disini pelaksana PKH khususnya pendamping sosial memastikan kondisi KPM-KPM mereka apakah anak tetap bersekolah? apakah anak dan keluarga dihubungkan ke fasilitas kesehatan ? dan sebagainya. Keren bukan? Nah ini gambaran mengenai tugas dari Pendamping Sosial PKH:
![]() |
| Tugas Pendamping Sosial PKH |
Di tingkat ini terdapat Adminstrator Database, Pekerja Sosial Supervisor (yeah thats me!😋) dan Koordinator Kota/Kabupaten.
Dimulai dari Adminstrator Database (ADB)/Administrator Pangkalan Data. Dulu nama mereka disebut Operator. Nah mereka ini nih yang senantiasa menghadapi ribuan BNBA (By Name By Address) KPM yang ada di Kota/Kabupatennya. Gokil! Kalo aku sih kayaknya mata udah berbayang haha
Nah ringkasnya inilah tugas-tugas para ADB:
![]() |
| Tugas Adminstrator Database PKH |
Jujur, sebagai lulusan pekerjaan sosial bekerja sebagai pekerja sosial supervisor luar biasa kepake ilmunya!
Dan kalian tidak akan pernah menyesali kuliah di jurusan ini!
Ingat motto jaman dulu kuliah To Help People To Help Themselves nah ini pun ditanamkan ke para Pelaksana PKH dalam mars PKH.
Dear guys, kerja di dunia sosial itu tidak melulu membagikan bantuan semata, motto To Help People To Help Themselves yang semestinya ditanamkan dalam diri kita dan mengingat kembali berbagai macam peran seorang pekerja sosial yang dapat kita lakukan.
Berkaitan dengan peran / tugas Pekerja Sosial Supervisor, ada 4:
![]() |
| Tugas Peksos Supervisor 1 |
Oke lanjut tugas yang kedua:
![]() |
| Tugas Peksos Supervisor 2 |
Nah berkaitan dengan tugas manajemen kasus, ini merupakan salah satu alasan penguat mengapa tidak bisa dari latar belakang non kesos/peksos menjadi seorang peksos supervisor, wajib hukumnya dari jurusan pekerjaan sosial/kesejahteraan sosial. Why? Seperti yang kita tau, bahwa kemiskinan merupakan akar dari munculnya masalah-masalah sosial lainnya. Nah muncullah tugas manajemen kasus. Penanganan masalahnya pun berdasarkan proses intervensi pekerjaan sosial yang tentunya menggunakan tools-tools yang ada dalam pekerjaan sosial. Yuhuuuw.
Lanjut yuk tugas ketiga:
![]() |
| Tugas Peksos Supervisor 3 |
Terakhir tugas peksos supervisor yang keempat:
Terakhir ialah media informasi. Nah dalam tugas peksos supervisor berkaitan dengan hal ini bertujuan untuk menaikkan brand PKH dimata publik berupa tulisan atau audiovisual. Kami biasa menyebutnya sebagai success story, nah biasanya berisikan mengenai keberhasilan anak, orangtua, lansia, disabilitas yang termasuk KPM PKH. Lalu ada cerita yang paling nyata mengubah kehidupan KPM (ini biasanya berkaitan dengan graduasi sejahtera mandiri KPM),cerita menyentuh publik dan cerita menginspirasi publik.
Amazing bukan? hehehe
Last, ada Koordinator Kota/Kabupaten. Eitsss, Pekerja Sosial Supervisor dan Koordinator Kota/Kabupaten ini tidak akan adanya tugas yang tumpang tindih! Dijamin! Pekerja Sosial Supervisor memiliki fungsi supervisi dan Koordinator memiliki fungsi manajemen. Nah Pekerja Sosial Supervisor dan Koordinator Kota/Kabupaten berkolaborasi untuk pelaksanaan PKH yang lebih baik.
![]() |
| Tugas Koordinator Kota/Kabupaten |
Sejatinya kerja di dunia sosial ini tidak hanya memberikan bantuan semata, melainkan kita berharap agar Penerima Manfaat dapat berfungsi sosial.
Salam Pekerja Sosial!💓









Komentar
Posting Komentar