Sebagai orang yang baru saja lulus dari bangku perkuliahan, saya mau sedikit berbagi suka-dukanya masa kuliah di STKS Bandung.
Tapi kali ini cerita tentang kehidupan praktikum.
Praktikum kalau di kampus lain mungkin bisa di sebut semacam KKN (Kuliah Kerja Nyata) atau PKL (Praktik Kerja Lapangan), yang pada dasarnya kegiatan ini dilakukan di lapangan untuk mengimplementasikan ilmu yang sudah kita dapat di bangku perkuliahan.
Fyi, mahasiswa STKS wajib mengikuti 3 kali praktikum.
3 kali praktikum ini dilaksanakan saat mahasiswa berada di semester 6, 7, dan 8 dengan setting yang berbeda pula.
Pada praktikum 1 yang dilaksanakan di semester 6 praktikum bergerak di setting mikro dan makro.
Kegiatan pas praktikum 1 ini diselingi oleh kuliah juga loh guys.
Jadi hari Senin - Selasa kita kuliah di kampus, dan hari Rabu - Minggu di lapangan.
Karena posisi kita yang diharuskan mobile jadi lokasi praktikum 1 ini hanya berkisah di kelurahan-kelurahan yang ada di Kota Bandung.
Saat praktikum 1 saya mendapat amanah sebagai koordinator kecamatan untuk wilayah Kecamatan Sumur Bandung.
Dan beban saya pun bertambah......
Singkat cerita, kegiatan praktikum 1 itu tidak lebih dari kegiatan jumat bersih bersama aparat Kelurahan, mengikuti kegiatan PKK-Karang Taruna-LPM, mengikuti kegiatan yang ada di Kelurahan, pendataan PMKS hingga melakukan asesmen terhadap PMKS ataupun PSKS yang ada di Kelurahan lokasi praktikum.
Yaa, namanya juga pengenalan ya guys jadi secara simplenya kegiatan praktikum 1 ini lebih kepada mahasiswa mengenal PMKS dan PSKS in the real life.
Oke lanjut ke Praktikum 2.
Satu kata buat praktikum 2 = WOW !!!
Kenapa WOW?
Kebetulan dalam pelaksanaan praktikum 2 ini saya memilih di bidang anak dan ditempatkan di Sasana Asuhan Anak Duren Sawit, Jakarta Timur.
Panti tersebut kebetulan pula milik Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
Selama kurang lebih 2,5 bulan saya dapat dikatakan menjadi "anak panti" karena sifat praktikum kali ini block placement.
Mungkin kalian pernah dengar yang namanya anak jalanan, anak terlantar hingga anak yang dibuang oleh ibunya dan diletakkan di kardus seperti di sinetron?
Nah disini ada!
Selama hidup disini, sungguh saya sangat bersyukur dalam hidup.
Beberapa dari mereka tidak tau siapa ibu mereka.....
Beberapa dari mereka juga "benci" dengan orang tua mereka.
Keseluruhan anak panti disini adalah perempuan dengan usia remaja.
Kalau saya dan teman-teman tampil lebih rapi saja mereka bully kita.
Sakit hati? Sering.
Kesal? Sering.
Cuman, balik lagi kenapa sifat mereka seperti "itu" ke saya dan teman-teman.
Ada penyebab dibalik masalah yang timbul.
Dan pada akhirnya saya dan teman-teman hanya saling menguatkan.
Nah, dalam kegiatan praktikum 2 disini dilakukannya proses intervensi pengubahan perilaku maupun terapi.
Setiap anak yang berada di lembaga sosial ini pasti bermasalah, entah dari diri dia sendiri ataupun dari keluarganya.
Sehingga, selama proses intervensi, kita tidak hanya melakukan bersama anak tapi juga keluarganya maupun peer group nya.
Sungguh, praktikum 2, praktikum paling berkesan.
Ijin, praktikum 2 ga di kasih foto sama anak, karena kerahasiaan anak lebih penting😁
Nah sekarang masuk ke cerita praktikum 3.
Tempatnya? Di Desa Tambakdahan, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang.
Desa dimana kalo mau ke pusat kota Subang selama 1 jam perjalanan dan ke pantai hanya 30 menit.
Yaps, desa ini terletak di wilayah pantura.
Meskipun masih berada di tanah Sunda, tapi bahasa yang digunakan oleh mereka ialah bahasa Sunda campur Jawa (nah gimana tuh?)
Hahahaha
Tapi ini serius.
Indonesia tuh unik.
Masyarakat rata-rata berbicara bahasa Sunda namun logat mereka ngapak......
Lutju!😂
Kegiatan praktikum 3 ini berbasis pengembangan masyarakat.
Disini saya mengambil fokus masalah disabilitas dan mewujudkan desa ramah disabilitas.
Seru! Itulah kalimat saat proses pelaksanaan intervensi yang saya lakukan.
Dimana penyandang disabilitas dan masyarakat yang normal bergasatu.
Nah kegiatan di praktikum 3 ini kurang lebih seperti kegiatan praktikum 1.
Tapiiii, ada beberapa RT di Desa Tambakdahan ini yang terletak bagaikan kita harus menyebrang pulau!
Wawww....
Desa Tambakdahan merupakan salah satu penghasil padi terbaik.
Makanya, antar RT biasanya di batasi dengan sawah juga.
Kekeluargaan?
Jangan ditanya, mereka solid sekali!
So, hikmah yang terbaik yang bisa diambil dalam pelaksanaan praktikum:
Selalu bersyukur akan nikmatNya, jangan selalu menoleh keatas, pandanglah keatas sebagai motivasi dan ingatlah masih banyak orang-orang dibawahmu dan yang membutuhkan bantuanmu.
Jadilah orang yang bermanfaat bagi sesama!^^
Saat praktikum 1 saya mendapat amanah sebagai koordinator kecamatan untuk wilayah Kecamatan Sumur Bandung.
Dan beban saya pun bertambah......
Singkat cerita, kegiatan praktikum 1 itu tidak lebih dari kegiatan jumat bersih bersama aparat Kelurahan, mengikuti kegiatan PKK-Karang Taruna-LPM, mengikuti kegiatan yang ada di Kelurahan, pendataan PMKS hingga melakukan asesmen terhadap PMKS ataupun PSKS yang ada di Kelurahan lokasi praktikum.
Yaa, namanya juga pengenalan ya guys jadi secara simplenya kegiatan praktikum 1 ini lebih kepada mahasiswa mengenal PMKS dan PSKS in the real life.
| Ceritanya waktu menemui manusia gerobak di wilayah Kelurahan Merdeka |
Satu kata buat praktikum 2 = WOW !!!
Kenapa WOW?
Kebetulan dalam pelaksanaan praktikum 2 ini saya memilih di bidang anak dan ditempatkan di Sasana Asuhan Anak Duren Sawit, Jakarta Timur.
Panti tersebut kebetulan pula milik Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta.
Selama kurang lebih 2,5 bulan saya dapat dikatakan menjadi "anak panti" karena sifat praktikum kali ini block placement.
Mungkin kalian pernah dengar yang namanya anak jalanan, anak terlantar hingga anak yang dibuang oleh ibunya dan diletakkan di kardus seperti di sinetron?
Nah disini ada!
Selama hidup disini, sungguh saya sangat bersyukur dalam hidup.
Beberapa dari mereka tidak tau siapa ibu mereka.....
Beberapa dari mereka juga "benci" dengan orang tua mereka.
Keseluruhan anak panti disini adalah perempuan dengan usia remaja.
Kalau saya dan teman-teman tampil lebih rapi saja mereka bully kita.
Sakit hati? Sering.
Kesal? Sering.
Cuman, balik lagi kenapa sifat mereka seperti "itu" ke saya dan teman-teman.
Ada penyebab dibalik masalah yang timbul.
Dan pada akhirnya saya dan teman-teman hanya saling menguatkan.
Nah, dalam kegiatan praktikum 2 disini dilakukannya proses intervensi pengubahan perilaku maupun terapi.
Setiap anak yang berada di lembaga sosial ini pasti bermasalah, entah dari diri dia sendiri ataupun dari keluarganya.
Sehingga, selama proses intervensi, kita tidak hanya melakukan bersama anak tapi juga keluarganya maupun peer group nya.
Sungguh, praktikum 2, praktikum paling berkesan.
| Gambaran Sasana Asuhan Anak Duren Sawit |
Tempatnya? Di Desa Tambakdahan, Kecamatan Tambakdahan, Kabupaten Subang.
Desa dimana kalo mau ke pusat kota Subang selama 1 jam perjalanan dan ke pantai hanya 30 menit.
Yaps, desa ini terletak di wilayah pantura.
Meskipun masih berada di tanah Sunda, tapi bahasa yang digunakan oleh mereka ialah bahasa Sunda campur Jawa (nah gimana tuh?)
Hahahaha
Tapi ini serius.
Indonesia tuh unik.
Masyarakat rata-rata berbicara bahasa Sunda namun logat mereka ngapak......
Lutju!😂
Kegiatan praktikum 3 ini berbasis pengembangan masyarakat.
Disini saya mengambil fokus masalah disabilitas dan mewujudkan desa ramah disabilitas.
Seru! Itulah kalimat saat proses pelaksanaan intervensi yang saya lakukan.
Dimana penyandang disabilitas dan masyarakat yang normal bergasatu.
Nah kegiatan di praktikum 3 ini kurang lebih seperti kegiatan praktikum 1.
Tapiiii, ada beberapa RT di Desa Tambakdahan ini yang terletak bagaikan kita harus menyebrang pulau!
Wawww....
Desa Tambakdahan merupakan salah satu penghasil padi terbaik.
Makanya, antar RT biasanya di batasi dengan sawah juga.
Kekeluargaan?
Jangan ditanya, mereka solid sekali!
| Last strory for practicum life |
Selalu bersyukur akan nikmatNya, jangan selalu menoleh keatas, pandanglah keatas sebagai motivasi dan ingatlah masih banyak orang-orang dibawahmu dan yang membutuhkan bantuanmu.
Jadilah orang yang bermanfaat bagi sesama!^^
Komentar
Posting Komentar